Khusuk

Setelah absen 1 bulan lebih, aku tergelitik untuk menulis lagi di blogku ini. Tulisan kali ini hanya ingin bercerita tentang kekhusukan doa dan ibadah. ya sudah lama aku tidak merasakan solat dan doa yang khusuk. Aku sendiri dalam artian sebenarnya  masih belum bisa mengartikan apa sebenarnya khusuk dan ‘kekhusukan’ itu, karena hanya kita sendiri yang bisa tau apakah sholat dan doa yang kita lakukan khusuk atau tidak.
Namun, kalau boleh aq artikan saat aq fokus dalam  shalat dan doa, berniat hanya untuk ALLAH SWT semata, tiada memikirkan tentang keduniaan serta berserah, ikhlas dalam mengerjakan shalat dan doa, itulah bisa dikatakan khusuk (menurutku).

Sehari-hari aq memang mengerjakan shalat dan doa, tapi jujur kuakui, aq jarang shalat dari awal sampai akhir yang benar-benar khusuk tanpa ada pikiran yang lain-lain. Kadang diawal bisa khusuk, dipertengahan sudah muncul pikiran lain. Sesekali (tapi sepertinya jarang)  pernah untuk shalat yang khusuk dari rakaat pertama sampai rakaat terakhir, malah pernah kepikiran pas mau salam “asiik bisa sholat khusuk’ (yah sama aja gak khusuk donk sholatnya *whew*)

Tapi anehnya kalau ada masalah berat, sepertinya shalat bisa khusuk (mungkin orang-orang yang lain juga merasakan seperti itu). Biasanya doa dan ada keinginan kita yang minta dikabulkan oleh ALLAH, maka doa yang dipanjatkan akan lebih diniatkan dari hati terdalam. Justru, waktu masalah yang dihadapi tidak terlalu berat dan hanya masalah sepele, shalat bisa lebih tidak terkonsentrasi, anehnya ada aja pikiran melayang kemana-mana mikirin ini dan itu, dan setelahnya sadar lagi baru bisa fokus untuk lebih khusuk.

Well, tadi waktu abis sholat dan saat berdoa, aq coba merenung sejenak kenapa lebih banyak keduniaan dan permohonan yang aq mohon pada-Nya, tapi untuk bisa adil (baca:khusuk) pada-Nya saat sholat saja susah rasanya. Tak terasa ada air yang menggenang dimataku.. aq coba untuk terus berkonsentrasi, tapi semakin aq berkonsentrasi, maka semakin banyak saja bulir-bulir air dari genangan tadi yang jatuh di pipiku. Selesai sholat dan memohon ampun atas semua yang terjadi selama ini, aq merasakan hati yang plong luar biasa. Himpitan masalah rasanya tak menjadi beban buatku.  

Mungkin itu bisa juga dikatakan khusuk, aq ingin merasakan itu setiap shalat bukan sesekali saja, di mana hati berasa tenang dan tentram. Yups, benar sekali mencoba untuk lebih fokus dan berkonsentrasi, terutama adalah selalu mengingat-Nya, menjadi kunci jawaban untuk bisa lebih khusuk, di mana masalah yang ada, jika khusuk maka akan lebih pede untuk dihadapi.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: