Bapak Buta Penjual Kerupuk

Membaca judulnya seperti ada sesuatu yang istimewa untuk dibagikan ceritanya, yah menurutku begitu, mungkin orang buta yang menjual kerupuk, tidaklah istimewa menurut orang lain, namun ada sedikit cerita yang ingin aku bagi tentang si Bapak buta penjual kerupuk.

Kemarin malam saat pulang kantor menuju kerumahku di Depok, aku biasa dijemput suami tercinta dengan motornya, dari kantor menuju rumahku, kami biasa melewati rute Jl. Antasari – Cilandak – Fatmawati – Pondok Labu – Gandul hingga ke Depok.

Saat itu hujan baru saja berenti, namun masih gerimis. Aku dan suami pun pulang menggunakan jas hujan, di perjalanan saat berada di daerah Gandul, suamiku mengatakan “Dek, ternyata bapak itu buta, kasian juga ya hujan-hujan gini jualan, mas mau kasi jas hujan ya”, karena aku tidak ngeh dengan siapa bapak-bapak yang dimaksud, aku cuma diam saja, tapi tak lama kemudian aku bilang kalau kami harus putar balik menuju siapa bapak-bapak yang dimaksud suamiku itu..

Ilustrasi

Saat balik lagi, suami pun bercerita, kalau sebelum menjemputku..di jalan yang kami lewati, dia melihat ada bapak-bapak berjualan kerupuk pikulan jaraknya sekitar 300 m dari si bapak berjalan..dan itu tidak terlalu jauh, namun ia tak menyangka ketemu lagi dan ternyata si Bapak buta.

Saat bertemu, aku terharu sekaligus kagum, si bapak yang buta ternyata tetap semangat untuk mencari nafkah demi menghidupi keluarganya meski hanya dengan berjualan kerupuk, mungkin karena faktor fisik dan ekonomilah yang membuat si Bapak tak punya banyak pilihan pekerjaan. Di saat hujan dia masih saja berjalan dengan tongkatnya sambil memikul kerupuk yang banyak, padahal baju dan tubuhnya yang kurus itu sudah basah kena hujan, begitu juga dengan kerupuknya.

Kami pun membeli kerupuknya, suami bertanya kenapa dia tak berenti dulu saat hujan, terus dia bilang, tadi sudah berenti waktu hujan deras, tapi kalau kebanyakan berenti kerupuknya ga bakal ada yang beli. Suamiku yang dari awal berniat memberikan jas hujannya, melepas dan memberikan kepada si Pak buta. Sebelumnya suamiku juga bertanya kenapa dia tak pakai jas hujan, si bapak menjawab ia tak punya jas hujan. Dia pun berterimakasih sekali karena diberi jas hujan dan membantu dipakaikan. Si Bapak penjual kerupuk pun melanjutkan perjalanannya, begitu juga kami yang harus meneruskan perjalanan ke rumah..

Di atas motor, aku terus mengamati si bapak hingga ia hilang di tengah gerimis.. Sepanjang perjalanan, aku terus memikirkan si Bapak, dan bagaimana ia bisa menghidupi keluarganya, untungnya tadi aku balik lagi untuk membeli kerupuknya dan menyetujui usul suamiku untuk memberinya jas hujan..kalau tidak, mungkin si bapak akan sakit dan bagaimana kalau sakit? apa ia bisa bekerja buat keluarganya? padahal penghasilannya tidaklah seberapa.

Ya Allah, aku tak bisa berbuat banyak untuk membantu si bapak.. semoga Bapak buta penjual kerupuk selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk menghadapi kehidupan ini. Kegigihan dan semangatnya membuatku sangat kagum, cacat tak membuatnya kehilangan semangat untuk tetap bekerja. Hidup terus berjalan, dan si Bapak Buta penjual kerupuk juga harus terus melanjutkan hidupnya.. Live must go on.

Jadi ingat, beberapa orang yang sehat terkadang suka mengeluh, meski sudah memiliki pekerjaan yang baik, bahkan banyak orang berbadan sehat memilih bekerja menjadi pengemis untuk dikasihani, berbeda dengan si Pak buta yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, tanpa minta dikasihani, meski hanya berjualan kerupuk, yang penting pekerjaan ini tidak hina dan halal.

Semoga semangat Bapak Buta Penjual Kerupuk bisa memacu siapapun yang masih kuat dan sehat  untuk tetap semangat menjalani hidup dan tidak banyak mengeluh, jalani hidup dengan harus banyak-banyak bersukur..🙂 Dari Bapak buta aku juga belajar menghargai hidup.. Aku pun berharap suatu saat bisa bertemu lagi dengan si Bapak dan membeli kerupuknya, serta memberi sesuatu yang bermanfaat baginya.. :)  Amin YRA

3 Responses to “Bapak Buta Penjual Kerupuk”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: