Posted in Uncategorized on February 20, 2017 by dhitakoesno

Di saat kondisi kesehatan ngedrop begini, lelaki ini begitu baik & perhatiannya😒
Tak tahu harus berkata apa, Allah yg Maha baik..terima kasih telah menganugerahiku pendamping terindah ini..mohon ampun atas segala dosa2ku yg tak terhitung 😭..semoga penyakit ini dapat menggugurkan sebagian dosa2..Mudah2an Allah SWT membalas semua kebaikanmu mas dengan pahala yg berlipatπŸ˜‡..Aamiin YRA
-Insya Allah till jannah
*Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban

#Curcol
#AbaikanSaja
#KaloLagiSakitBawaannyaSukaBaperGakJelasGini – with Dananjoyo

View on Path

Posted in Uncategorized on February 6, 2017 by dhitakoesno

Yaumil milad dear my lovely son..Semoga Allah SWT selalu memberkahi segala hal dlm hidupmu..berkurangnya usia semakin menambah kedewasaan diri&cara berpikir, serta jgn lupa untuk selalu bersyukur atas hidupmu..tingkatkan ibadahnya jg yaa..Kk dan mas Danan doakan yg terbaik selalu utk Andri..semoga bahagia terus lahir bathin..Aamiin YRA πŸ˜˜πŸ˜πŸ°πŸŽπŸŽˆπŸŽ†πŸŽŠπŸ˜πŸ˜˜ – with Andriansyah

View on Path

Posted in Uncategorized on January 22, 2017 by dhitakoesno

Rehat sejenak πŸ˜ƒ – at Waroeng Klangenan with Wienda and Dananjoyo

See on Path

Posted in Uncategorized on December 17, 2016 by dhitakoesno

Watch “GILA!!! Gadis Cantik ini Turunkan Berat Badan 77 KG dengan 3 Makanan Rahasia” on YouTube

https://youtu.be/asInCHstZ1o with Nurseffi, Terra, and Anwar

View on Path

Posted in Uncategorized on December 9, 2016 by dhitakoesno

Jazakillah ya mamase πŸ˜‡, paling tau bgt memanjakan istrinya,..thanks for ur love, pokonya πŸ’–πŸ’–πŸ’– banget πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜†

#AyamKampungSehatNonMSG
#Alhamdulillah #SelaluBersyukur
#BerkurangSetahunJatahUmurDiDunia
#HarusSelaluSiapMenujuAlamAbadi – with Dananjoyo at Ayam Panggang Bantul Mbah Dinem

View on Path

Posted in Uncategorized on December 3, 2016 by dhitakoesno

By Buya Hamka

#LoveAllah
#LoveQuran
#OneDayOneJuz – with Andriansyah and NunungπŸ’•

View on Path

Posted in Uncategorized on December 3, 2016 by dhitakoesno

Ippho Santosa – ipphoright:
Sesuai labelnya, Aksi 212 beneran damai alias super damai. Sejatinya Aksi 411 juga sangat damai. Dan ini tidak mudah, apalagi kalau ditilik dari jumlah massa yang masing-masing aksi mencapai lebih 2 juta orang (cek Google Earth). Ramai tapi relatif damai.

Ya, ini aksi bermartabat. Boleh diadu dengan unjuk rasa manapun sedunia sepanjang sejarah, termasuk negara-negara maju yang ngakunya lebih demokratis. Adakah seramai dan sedamai ini? Kapolri saja mengakui, tak satu pun pohon tumbang.

Selama ini unjuk rasa identik dengan kekerasan dan kerusuhan. Nah, Aksi 212 dan Aksi 411 mengubah mindset pesertanya. Ramai tapi relatif damai. Tertib. Boleh dibilang, Revolusi Mental (Revolusi Mindset) terjadi di sini.

Lebih jauh, sebenarnya nilai-nilai Nawacita pun seperti aman, demokratis, melibatkan daerah, menghargai kebhinnekaan dan restorasi sosial, diam-diam sudah tertuang di Aksi 212 ini.

Bayangkan 2 juta lebih massa berkumpul di Monas dan sekitarnya. Begitu massa bubaran, eh sampah juga ikut ‘bubaran’ alias bersih. Teramat banyak orang yang berlomba-lomba mungutin sampah. Ini sebuah restorasi sosial, bukankah selama ini masyarakat kita dikenal ‘masa bodoh dengan sampah’? Belum lagi yang bagi-bagi makanan serasa di Nabawi.

Heroiknya, Aksi 212 lebih membludak daripada Aksi 411. Padahal sebelumnya sudah ada fatwa haram dari seorang tokoh, fatwa bid’ah dari seorang ulama, stigma makar dari polisi, tebar selebaran dari helikopter, boikot transportasi dari aparat, eh tetap saja lebih membludak. Meluber sampai Istiqlal, Thamrin, serta Tugu Tani.

Dan keajaiban kecil pun terjadi. Ketika panitia mulai kuatir peserta akan dehidrasi, keletihan, dan kekurangan air wudhu, eh tiba-tiba ada kejutan: hujan turun di menit-menit menjelang Jumatan. Ya Allah, Engkau memang The Best Planner!

“Rasain kehujanan!” tukas si hater. Hehe, dia tidak tahu bahwa insya Allah: Jumat + Hujan + Jamaah = Makbul.

Meski hujan, massa tak bergeming. Saya yakin akan beda ceritanya kalau kampanye politik atau konser musik. Dihujani begitu, pasti massa akan terbirit-birit.

Lihat pula Surah Anfal 11, hujan seperti itu diturunkan untuk menyegarkan jasad dan meneguhkan kedudukan. Bukankah hujan sedemikian juga pernah diturunkan ketika Perang Badar?

Saat Isra Miraj, Nabi Muhammad bersua dengan malaikat yang sangat ahli soal hujan (lihat Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, jilid 5), bahkan mampu menghitung jumlah tetes air hujan yang tercurah sejak manusia pertama sampai manusia terakhir!

Namun tahukah Anda apa kelemahan malaikat ini? Ternyata, ia tidak mampu menghitung jumlah pahala yang tercurah saat umat Nabi Muhammad berkumpul di suatu tempat dan menyebut-nyebut nama Nabi Muhammad! Masya Allah, bukankah ini juga terjadi di Aksi 212?

Beberapa ustadz pun memaparkan:
– Aksi 411 bagai Sa’i, berjalan dan berlari-lari kecil.
– Aksi 212 bagai Wukuf, duduk diam tak banyak bergerak.
– Boleh dibilang, kedua aksi ini mirip manasik haji terbesar (sekaligus sholat jumat terbesar sepanjang sejarah NKRI). Toh lengkap, ada zikir dan shalawat, ada pembimbing lapangan juga bagai muthawif. Plus sedikit desak-desakan karena ramainya massa, hehe.
– Yang nggak ada cuma Melempar Jumrah. Wah, bahaya nih kalau sampai ada lempar-lemparan dalam Aksi 212. Hehe.

“Ah, hanya orang-orang tolol yang hadir di situ,” tukas si hater. Oya? Bukankah presiden, menteri, kapolri, dan panglima turut hadir, selain kyai-kyai dan habib-habib? Hehe, bodohkah mereka? Mohon maaf, saya pun bisa menunjukkan doktor-doktor (S3) dan miliarder-miliarder yang juga hadir, yang insya Allah jauh lebih cerdas dan jauh lebih kaya daripada dirimu wahai hater.
Β 
Manakala umat tidak memegang media dan kekuasaan, yah mau gimana lagi. Terpaksalah Aksi 212 dan 411 digulirkan. Namun, bagaimanapun juga, kita harus menjauhkan diri dari sikap ujub dan riya. Kembalilah fokus pada tujuan utama. Semoga Allah memudahkan. Aamiin.

Kalau Anda muslim, baiknya Anda membuat tulisan seperti ini. Agar dunia tahu betapa heroiknya aksi ini. Namun sekiranya belum bisa menulis artikel, silakan share tulisan ini. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

#ProudIslam

View on Path